PENERAPAN PERENCANAAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHER CENTER DI MTs NEGERI 2 REJANG LEBONG
Keywords:
Model Pembelajaran Teacher CenterAbstract
Perkembangan arah pengajaran di Indonesia yang benuasa kompetitif dan menghargai poses belajar yang berdampak pada penguasaan kompetensi serta berbagai kebijakan pendidikan yang dilakukan juga sering berawal dari langah-langkah yang telah dilakukan oleh Negara lain. Model dan pola pendidikan yang serba diseragamkan, mulai bergeser menuju paradigma desentralisasi. Demikian juga dengan pendekantan pembelajaran yang selama ini lebih bersifat normative, lebih mengutamakan aspek kognitif secara afektif dan psikomotorik, perlahan-perlahan mulai ditata secara utuh melalui pola pembelajaran yang bernuansa pembelajaran aktif yang lebih memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Teacher Center adalah proses belajar mengajar yang berpusat pada guru atau dosen. Sistem pembelajaran Teacher Centered Learning (TCL), yang ternyata membuat mahasiswa pasif karena hanya mendengarkan kuliah sehingga kreativitas mereka kurang terpupuk atau bahkan cenderung tidak kreatif. Pada sistem pembelajaran model TCL lebih banyak melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan bentuk ceramah (lecturing). Pada saat mengikuti kuliah atau mendengarkan ceramah, mahasiswa sebatas memahami sambil membuat catatan, bagi yang merasa memerlukannya. centered Learning (CL) adalah proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. yang diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Melalui proses pembelajaran yang keterlibatan siswa secara aktif, berarti guru tidak lagi mengambil hak seorang peserta didik untuk belajar. Pada sistem pembelajaran model CL ini bisa dilakukan dengan metode diskusi. Karena dalam metode diskusi siswa dituntut untuk aktif dalam belajar.
References
Budaya, Perspektif, Kelompok Minoritas, D I Indonesia, Aji Taufiq Pambudi, Rossi Galih Kesuma, Aji Taufiq Pambudi, and Rossi Galih Kesuma. “Self Efficacy Pemilihan Karir Siswa Smp Di Tinjau Dari Perspektif Budaya Kelompok Minoritas Di Indonesia.” Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman 2 (2016): 1–8.
Ekaningtyas, Dita Puspita. “Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Metode Sosiodrama.” Paedagogie 13, no. 2 (2018): 71–76.
Lavasani, Masoud Gholamali, and Farah Khandan. “Mind Skills Training Effect on Prospective Counsellor’ Performance.” Cypriot Journal of Education 2, no. 4 (2011): 61–74.
Rahman, Khalid. “Pengembangan Kurikulum Terintegrasi DI Sekolah/Madrasah.” J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1 (2014): 13–48.
Rusman. Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2017.
Stoltenberg, Cal, and Brian McNeill. An Integrative Developmental Model for Supervising Counselors and Therapists. Journal of Chemical Information and Modeling. Vol. 53, 2013.
Sudaryono. “Metode Penelitian Pendidikan.” In In Kencana, Jakarta, hal. 14, 2016.
Sugiyono. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.” Bandung : Alfabeta., no. 979-8433-71–8 (2013): 456.
Suweta, I Made. “Model Pembelajaran Ekspository Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Kepariwisataan.” Journal of Education Action Research 4, no. 4 (2020): 467.
Vinet, Luc, and Alexei Zhedanov. “A ‘missing’ Family of Classical Orthogonal Polynomials.” Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical 44, no. 8 (2011): 1–8.
Kasinya Harto, Desain Pembelajaran Agama Islam Untuk Sekolah Dan Madrasah, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2012), Hal. 75, n.d.
Kasinyo Hartato Dan Abduramansyah, Metodologi Pembelajaran Berbasis Active Learnin, (Palembang:Grafika Telindo, 2009). Hal. 151-152, n.d.
Kasinyo Harto, Active Learning Dalam Pembelajaran Agama Islam, (Yogyakarta:Pustaka Felicha, 2012), Hal. 130, n.d.
“Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana. 2010. h. 9,” n.d.







