MERAWAT KEBERSAMAAN DI TENGAH PLURALITAS AGAMA TANPA MENINGGALKAN AGAMA YANG DIANUT
Keywords:
keberagamaan, pluralitas, agamaAbstract
Kerukunan antar umat beragama di tengah pluralitas agama merupakan sebuah tantangan kompleks yang membutuhkan pemahaman yang mendalam serta upaya konkret dalam menjaga harmoni dan kebersamaan. Artikel ini membahas beragam faktor yang memengaruhi kerukunan antar umat beragama, seperti eksklusivisme agama, stratifikasi sosial, kepentingan ekonomi dan politik, perbedaan penafsiran agama, dan mobilisasi dalam kegiatan dakwah. Selain itu, artikel juga menyoroti strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk membangun masyarakat pluralistik, termasuk pemberdayaan institusi keagamaan, peningkatan keimanan dan ketakwaan, mendorong dialog dan kerjasama, serta melindungi agama dari penyalahgunaan. Dengan memperkuat pemahaman dan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis bagi semua umat beragama.
References
Aleksander Kobylarek, "Education And Culture Society", International Scientific Journal,No. 2 (2014): 44.
Bikhu Parekh, "Rethinking Multiculturalism" Caltural Niversity And Political Theory Http/Www.Educationsworld.Com. Diakses Tanggal 21 Februari 2017.
Lestari, J. (2020). Pluralisme Agama Di Indonesia: Tantangan Dan Peluang Bagi Keutuhan Bangsa. Al-Adyan: Journal Of Religious Studies, 1(1), 29-38. Veritas 6/2 (Oktober 2005) 279-290
Mujiburrahman. 2008. Mengindonesiakan Islam: Representasi Dan Ideologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.]
Pluralitas Agama: Tantangan “Baru”Bagi Pendidikan Keagamaan Di Indonesiawahyu Pramudya







