TERKIKISNYA PENGGUNAAN BAHASA SAPAAN FORMAL PADA GENERASI MUDA DI MEDIA SOSIAL
Keywords:
Bahasa sapaan formal, generasi muda, media sosial, kesantunaan berbahasa, sosiolinguistik.Abstract
Studi ini dilakukan untuk meneliti perubahan modernisasi terhadap fenomena terkikisanya bahasa sapaan formal pada generasi muda dalam interaksi di media sosial ditinjau dari perspektif sosiolinguistik. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa media sosial tidak hanya berfokus sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memengaruhi pilihan bahasa, terutama dalam praktik kesantunaan berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan tertulis generasi muda yang diambil dari berbagai platform media sosial. Data dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatik dengan mempertimbangkan konteks situasi tutur, relasi sosial penutur dan mitra tutur, serta tingkat keformalan bahasa. Hasil penelitian menujukan bahwa penggunakaan bahasa sapaan formal pada generasi muda mengalami pergeseran signifikan menuju sapaan nonformal dan egaliter. Pergeseran ini ditandaidengan berkurangnya penggunaan sapaan berbasis hierarki sosial dan meningkatnya penggunaan sapaan akrab yang bersifat universal tanpa memandang usia, status sosial, maupun jarak sosia. Faktor-faktor yang mempengaruhi fenomena tersebut meliputi karakter media sosial yang bersifat informal, dominasi budaya digital yang mekankan kecepatan dan keakraban, serta melemahnya sikap berbahasa terhadap norma kenantunaan. Temuan ini menunjukan bahwa media sosial berperan sebagai agen perubahan bahasa yang mempercepat proses erosi bahasa sapaan formal si kalangan generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian sosiolinguistik serta menjadi dasar bagi upaya penguatan kesadaran berbahasa santun dalam komunikasi digital.







