CAMPUR KODE DI TIKTOK : TREN ATAU GEJALA LUNTURNYA BAHASA

Authors

  • Irham Abdul Rohim Universitas Indraprasta PGRI
  • Wang Wei Universitas Indraprasta PGRI
  • Syarifudin Yunus Universitas Indraprasta PGRI

Keywords:

campur kode, TikTok, bahasa Indonesia, sosiolinguistik, media sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode dalam konten TikTok serta menafsirkan posisinya sebagai tren kebahasaan atau gejala lunturnya penggunaan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan lisan dan teks tertulis dalam 34 video TikTok yang diunggah oleh 12 akun kreator, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode didominasi oleh penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia, terutama pada tingkat kata dan frasa. Campur kode berfungsi sebagai strategi pragmatik untuk memperkuat pesan, membangun citra modern, dan menyesuaikan gaya bahasa dengan audiens media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode di TikTok bersifat sistematis dan berulang, merepresentasikan adaptasi kebahasaan di ruang digital sekaligus mencerminkan perubahan preferensi leksikal pengguna bahasa Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Irham Abdul Rohim, Wang Wei, & Syarifudin Yunus. (2026). CAMPUR KODE DI TIKTOK : TREN ATAU GEJALA LUNTURNYA BAHASA. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(1), 838–846. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/3933

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>