PENGGUNAAN BAHASA TIDAK BAKU DALAM KOMUNIKASI OPERASIONAL GUDANG

Authors

  • Bhilal Radhiallohhu Wal Fajry Universitas Indraprasta PGRI
  • Habib Ali Ibrahim Universitas Indraprasta PGRI
  • Syarifudin Yunus Universitas Indraprasta PGRI

Keywords:

Bahasa tidak baku, Komunikasi operasional, Lingkungan kerja gudang, Variasi bahasa, Efektivitas komunikasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa tidak baku dalam komunikasi operasional gudang serta alasan penggunaannya. Penelitian ini  menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak baku sering digunakan dalam komunikasi operasional gudang, yaitu sebesar 46,2% responden. Selain itu, sebanyak 69,2% responden menyatakan bahwa bahasa tidak baku lebih mudah diucapkan dibandingkan bahasa Indonesia baku karena dianggap lebih praktis dan efisien dalam komunikasi lisan di lingkungan kerja gudang. Penggunaan bahasa tidak baku dalam konteks ini merupakan bentuk variasi bahasa yang muncul akibat tuntutan kepraktisan dan kebiasaan kerja. Bahasa tidak baku dapat menunjang efektivitas komunikasi apabila digunakan di antara pihak-pihak yang telah saling memahami, namun berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi jika digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara penggunaan bahasa tidak baku dan bahasa baku agar komunikasi operasional gudang tetap berlangsung secara efektif, jelas, dan aman sesuai dengan standar kerja yang berlaku.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Bhilal Radhiallohhu Wal Fajry, Habib Ali Ibrahim, & Syarifudin Yunus. (2026). PENGGUNAAN BAHASA TIDAK BAKU DALAM KOMUNIKASI OPERASIONAL GUDANG . Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(1), 888–895. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/3937

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>