PROSEDUR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MODERAT
Keywords:
pengembangan kurikulum; pendidikan Islam; moderasi beragama; Islam moderat; studi kepustakaanAbstract
Moderasi beragama telah menjadi salah satu arah kebijakan utama pendidikan nasional Indonesia sebagai respons atas menguatnya paham keagamaan eksklusif dan intoleran di sebagian lembaga pendidikan. Kurikulum sebagai jantung dari proses pendidikan memegang peran strategis dalam menanamkan cara pandang keislaman yang moderat (wasathiyyah) sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep, landasan, dan prosedur pengembangan kurikulum Pendidikan Islam moderat melalui pendekatan kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari buku, artikel jurnal ilmiah terakreditasi, serta dokumen kebijakan resmi pemerintah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Islam moderat perlu menempuh lima tahapan pokok, yaitu: (1) analisis kebutuhan dan konteks sosial-keagamaan; (2) perumusan tujuan dan kompetensi berbasis nilai moderasi; (3) pemilihan dan pengorganisasian materi ajar yang mengintegrasikan sembilan indikator moderasi beragama; (4) pengembangan strategi dan metode pembelajaran yang dialogis-partisipatif; dan (5) evaluasi kurikulum yang berkelanjutan. Nilai-nilai moderasi yang perlu diintegrasikan meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Kajian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan implementatif, seperti keterbatasan kompetensi pendidik, resistensi sebagian masyarakat, dan minimnya bahan ajar yang terintegrasi nilai moderasi, serta menawarkan strategi mengatasinya melalui penguatan pelatihan guru, kolaborasi lintas lembaga, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.







