KREATIVITAS DALAM PENGEMBANGKAN BAHAN AJAR SISWA DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR SISWA
Keywords:
Kreativitas, Bahan Ajar, Proses BelajarAbstract
Anak usia 6-12 tahun merupakan sekelompok manusia yang berkembang dan mengalami kemajuan. Para ahli menilai era ini merupakan era kejayaan yang hanya terjadi satu kali seumur hidup manusia. Setiap orang, individu, klub, dan negara harus mempunyai kesempatan untuk secara kreatif memikirkan kembali, mengembangkan dan mengubah cara-cara lama dalam melakukan sesuatu agar bisa ''bertahan'' tanpa terseret ke dalam persaingan antar negara. Pada masa ini, anak harus diberikan insentif tertentu (kesiapan sekolah) untuk mempersiapkannya memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini membantu menpersiapkan perkembangan kepribadian, psikomotorik, kognitif, dan sosial anak. Selain itu, masa usia dini merupakan masa yang penting bagi anak. Perkembangan selanjutnya seorang anak ditentukan terutama oleh rangsangan yang dialami anak pada usia dini. Anak akan mempunyai semangat yang baik jika sejak dini diberikan sesuatu yang positif dan membangkitkan semangat Media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Metode Kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan banyak angka,mulai proses pengumpulan data. Kuantitatif dengan suastu jumlah dan dapat di ukur dan melibatkan pengumpulan dan analisis data secara sistematis. Kuantitatif ini berdasarkan hubungan variabel yang banyak digunakan dalam jurnal. (Rinanti, 2020) Menurut Priyono (2016: 1), metode penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara cermat untuk mencapai suatu tujuan. Menurut V. Wiratna Sujarweni (2014: 39), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik statistik atau metode pengukuran lainnya. Strategi adalah pendekatan ekpositori yang mengacu pada pembelajaran dari ide dan kegiatan perencanaan dalam jangka waktu tertentu. Siswa merupakan obyek yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Masa anak-ank merupakan masa emas bagi tumbuh kembang anak. Hal ini membantu menpersiapkan perkembangan kepribadian, psikomotorik, kognitif, dan sosial anak. Media pembelajaran merupakan alat yang dapat menunjang proses belajar mengajar agar makna pesan yang disampaikan lebih jelas dan tujuan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar bagi siswa untuk menerima berita dan informasi yang diberikan oleh guru. Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan bahasa secara efektif, baik lisan maupun tulisan. Kecerdasan linguistik memahami dan menyampaikan informasi tentang kekuatan kata-kata dalam mengubah kondis yang berbeda dan kemampuan kemampuan yang berbeda.
References
Ardiana, R. (2022). Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak Kanak. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2). https://doi.org/10.37985/murhum.v3i2.116
Nissa, K., & Putri, J. H. (2021). PERAN GURU DAN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA. Jurnal Guru Kita PGSD, 5(4). https://doi.org/10.24114/jgk.v5i4.27984
Rinanti, S. (2020). Hubungan Penggunaan Perpustakaan Dengan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Mangunrejo. UNILIB : Jurnal Perpustakaan, 11(2). https://doi.org/10.20885/unilib.vol11.iss2.art6
Savitri, A. S., Sallamah, D., Permatasari, N. A., & Prihantini, P. (2022). PERAN STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2). https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54825
Suryana, D., & Desmila. (2022). Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Bermain Balok. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(02). https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v5i02.8632







