KONTRUKSI IDENTITAS MODERAT MAHASISWA : STUDI KASUS PENDIDIKAN ISLAM DI ASRAMA KHODIJAH AL-KUBRO UNKAFA
Keywords:
Identitas Moderat; Pendidikan Islam; Asrama; Habitus; Studi Kasus.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme konstruksi identitas moderat mahasiswa Asrama Khodijah al-Kubro UNKAFA melalui kurikulum keagamaan, habitus sosial asrama, dan keteladanan figur otoritatif. Menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 16 informan (10 mahasiswa, 3 pembina, dan 3 pengurus), observasi partisipatif, dan telaah dokumen asrama. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas moderat terbentuk melalui tiga mekanisme utama: (1) objektivasi nilai moderasi dalam kurikulum kepesantrenan, misalnya melalui kajian kitab yang menekankan adab al-ikhtilaf; (2) eksternalisasi nilai moderasi melalui praktik sosial harian, seperti dialog terbuka, musyawarah, dan penyelesaian konflik secara damai; (3) internalisasi nilai melalui keteladanan pembina (musyrifah) yang menjadi model otoritatif keberagamaan yang seimbang. Temuan ini memperlihatkan bahwa asrama menjadi arena pembentukan habitus moderat melalui interaksi lintas daerah dan pengalaman hidup komunal 24 jam. Penelitian ini memberikan implikasi pada pengembangan Model Pembinaan Ekosistem Asrama yang Moderat, melalui integrasi kurikulum, budaya dialog, dan keteladanan sebagai upaya memperkuat daya tahan mahasiswa terhadap penetrasi narasi ekstremisme di lingkungan perguruan tinggi.
References
Azra, A. (2015). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan, hlm. 113–115.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. New Jersey: Prentice Hall, hlm. 22–28.
Berger & Luckmann, hlm. 82.
Berger & Luckmann, The Social Construction of Reality, hlm. 78.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1990). The Social Construction of Reality. Jakarta: LP3ES, hlm. 72–75.
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Stanford: Stanford University Press, hlm. 53–56.
Catatan Observasi, 14 November 2025
J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Los Angeles: AGE, 2018), 44.
James Spradley, Participant Observation (New York: Holt, Rinehart and Winston, 1980), 57–64.
John W. Creswell, Qualitative Inquiry and Research Design (Los Angeles: Sage, 2018), 251.
Kementerian Agama RI, Moderasi Beragama (Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019).
M. Zuhdi, “Religious Moderation Among University Students,” Journal of Islamic Studies 27, no. 2 (2020).
Matthew B. Miles & A. M. Huberman & Johnny Saldaña, Qualitative Data Analysis (Los Angeles: SAGE, 2014), 78.
Mezirow, J. (1997). “Transformative Learning: Theory to Practice.” New Directions for Adult and Continuing Education, No. 74, hlm. 5–12
Miles, Huberman & Saldaña, Qualitative Data Analysis, 31.
Norman K. Denzin & Yvonna S. Lincoln, The SAGE Handbook of Qualitative Research (California: SAGE, 2018), 67.
Observasi, 20 November 2025
Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, The Social Construction of Reality (New York: Anchor Books, 1966).
Pierre Bourdieu, Outline of a Theory of Practice (Cambridge: Cambridge University Press, 1977).
Robert K. Yin, Case Study Research and Applications (Los Angeles: SAGE, 2017), 32.
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2019), 137.
Wawancara, Davina mainorva, November 2025
Wawancara, Liya rahmawati, 16 November 2025
Wawancara, Meilani zahrotul chalah, 18 November 2025
Wawancara, ustadzah savirah Pembina Asrama, 15 November 2025
Wawancara, Zahra Nawira Qolbi, 12 November 2025







