MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM KEGIATAN MARKET DAY DI SEKOLAH ALAM MATOA KOTA DEPOK
Keywords:
kepercayaan diri, siswa, Market Day, Sekolah Alam Matoa, Kota DepokAbstract
Kegiatan Market Day merupakan salah satu acara penting dalam kurikulum di Sekolah Alam Matoa, Kota Depok. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengajarkan siswa tentang kewirausahaan, berinteraksi dengan pelanggan, dan mempraktikkan pengetahuan bisnis yang telah dipelajari. Namun, sebagian siswa mengalami kesulitan dalam memperlihatkan kepercayaan diri selama acara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam kegiatan Market Day di Sekolah Alam Matoa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas 10 yang berpartisipasi dalam Market Day selama dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami rasa cemas, perasaan tidak percaya diri, dan ketakutan dalam berinteraksi dengan pembeli potensial. Faktor-faktor seperti rasa takut gagal, takut dievaluasi, dan persepsi negatif terhadap diri sendiri mempengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa. Selain itu, kurangnya persiapan dan pelatihan sebelum acara juga menjadi faktor kontributor terhadap ketidakpercayaan diri siswa. Untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, dilakukan intervensi berupa pelatihan keterampilan sosial, kewirausahaan, dan presentasi sebelum Market Day. Selain itu, diselenggarakan sesi konseling individual untuk membantu siswa mengatasi rasa cemas dan ketakutan mereka. Penerapan teknik relaksasi dan teknik psikologis lainnya juga diberikan sebagai bagian dari strategi untuk membantu siswa mengatasi stres dan meningkatkan kepercayaan diri. Hasil dari intervensi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri siswa. Siswa melaporkan perasaan lebih siap dan percaya diri dalam berinteraksi dengan pembeli, mempromosikan produk mereka, dan menangani situasi yang menuntut selama Market Day. Selain itu, siswa juga mencatat peningkatan dalam hasil penjualan dan kesuksesan bisnis mereka selama acara. Kesimpulannya, intervensi yang melibatkan pelatihan keterampilan sosial, kewirausahaan, dan konseling dapat efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam kegiatan Market Day di Sekolah Alam Matoa, Kota Depok. Upaya ini membantu siswa merasa lebih percaya diri, siap menghadapi tantangan, dan mengoptimalkan peluang bisnis mereka, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan positif bagi siswa.
References
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Solihin, I. (2015). Konsep Diri dan Pemahaman Diri: Pengantar Studi Konsep Diri dan Pemahaman Diri pada Remaja. Rajawali Pers.
Zakaria, E., & Puteh, M. (2012). Enhancing students' self-confidence in learning through assessment for learning: A case study in Malaysia. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 46, 1321-1325.
Aronson, E., & Patnoe, S. (2011). Cooperation in the classroom: The jigsaw method. Penerbit Visi.
Johnson, D. W., Johnson, R. T., & Holubec, E. J. (2013). Circles of Learning: Cooperation in the Classroom. Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD).
Suryabrata, S. (2015). Psikologi Pendidikan. Rajawali Pers.
Akmayanti, L. N. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Gava Media.







