MAMPU MEMILIH SOAL BERDASARKAN TINGKAT KESUKARAN
Keywords:
Pengertian,tujuan,alat ukur.Abstract
Kemampuan memilih soal berdasarkan tingkat kesulitannya adalah kemampuan memilih atau membuat soal atau tes dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda untuk disesuaikan dengan kemampuan atau tingkat pengetahuan khalayak sasaran atau siswa. Hal ini memungkinkan pemahaman mereka diukur secara akurat. Belajar tanpa penilaian adalah sebuah kehilangan. Sebab guru tidak mendapat informasi penting tentang tingkat pencapaian tujuan, tingkat penguasaan materi pembelajaran, kelebihan dan kekurangan siswa dalam belajar, serta kelebihan guru terhadap proses pembelajaran yang dapat dikembangkan. Walaupun evaluasi dianggap sebagai pekerjaan penting dan rutin seorang guru, namun dalam kehidupan sehari-hari di lapangan, sistem evaluasi pembelajaran bukannya tanpa permasalahan. Tes obyektif, khususnya tes pilihan ganda di Indonesia, digunakan dalam tes formatif dan sumatif, yang meliputi ujian sekolah, ujian nasional, dan juga digunakan dalam ujian masuk universitas. Keuntungan tes pilihan ganda adalah dapat mencakup berbagai topik dan mudah untuk dinilai. Jenis tes pilihan ganda adalah tes pilihan ganda standar dan tes pilihan ganda terkait. Saat ini tes pilihan ganda asosiasi sudah tidak digunakan lagi dalam ujian sekolah dan ujian negara di tingkat SD, SMP, atau SMA/SMK. Namun ujian masuk perguruan tinggi masih menggunakan tes pilihan ganda dari asosiasi, sehingga biasanya peserta tes SMA/SMK mengalami kesulitan dalam menjawab soal pilihan ganda dari asosiasi karena tidak terbiasa menghadapi soal-soal seperti itu. Soal pilihan ganda asosiatif tidak digunakan di sekolah karena soal pilihan ganda asosiatif dianggap lebih sulit dibandingkan soal pilihan ganda standar baik dari segi pengolahan maupun penanyaannya, namun dapat lebih membedakan siswa berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah. .
References
Anastasi, Anne dan Susan Urbina. Tes Psikologi. Jakarta: Prenhallindo, 2007.
Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara, 2009. Azwar, Saifuddin. Tex Prestasi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006..
Azwar, Saifuddin. Reliabilitas, Validitas, Interpretasi dan Komputasi. Yogyakarta:
Liberty, 2006. Depdikbud. Pedoman Penulisan Soal Hasil Belajar IPS. Jakarta:
Balitbang, Sisjian, 2007. Depdiknas. Pedoman Penulisan Soal
Bentuk Pilihan Ganda IPS SMP. Jakarta: Dinas Pendas,
Blood, Don F. dan Budd William.
Educational Measurement and Evaluation. New York: Harper
and Row, 2002.
Chiffs: Prentise-Hall, 2002. Hehahia. A.D. Pengaruh Jumlah
Alternatif Tes Obyektif Bentuk Pilihan Ganda Terhadap Reliabilitas. TingkkatKesukaran dan Daya Pembeda. Tesis. Jakarta: PPSUNJ, 2007.
Hopkins, Charles D dan Antes, Richard L.Classroom Measurement and Evaluation. Illionis. F.E. Peacock, 1999.
Joni T. Raka Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Surabaya: Karya Anda, 2006.
Naga, Dali. S. Pengantar Teori Skor pada Pengukuran Pendidikan.
Jakarta: Gunadarma, 2002.
Nurkancana, Wayan dan Supartana.
Evaluasi Hasil Belajar.Surabaya: Usaha Nasional, 2002 Purwanto, Ngalim. Prinsip-Prinsip danTeknik Evaluasi Pengajaran.Bandung: Remaja Rosdakarya. 2001.Sirait, Bistok.







