STRATEGI PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA ORGANISASI REMAJA HUTATINGGI
Keywords:
Strategi, Media, KomunikasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana strategi pemanfaatan media komunikasi dapat meningkatkan kinerja kelompok remaja di Desa Hutatinggi. Kelompok ini terdiri dari remaja yang aktif terlibat dalam berbagai aktivitas sosial, budaya, dan religius. Mereka menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam aspek komunikasi dan kolaborasi antar anggota. Masalah ini sering kali menyebabkan lambatnya proses pengambilan keputusan, kurangnya pemahaman mengenai tugas masing-masing, serta berkurangnya partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media komunikasi yang efektif bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut.Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi berbagai jenis media komunikasi, termasuk media konvensional seperti pertemuan tatap muka dan papan pengumuman, serta media digital seperti grup WhatsApp, platform media sosial, dan aplikasi lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan media konvensional dan digital dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja kelompok. Media konvensional tetap memiliki peranan penting dalam menjaga interaksi personal antar anggota, sedangkan media digital berkontribusi dalam mempercepat aliran informasi, meningkatkan partisipasi anggota, dan mempermudah koordinasi dalam waktu singkat.Selanjutnya, penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai karakteristik dan kebutuhan kelompok dalam menentukan media komunikasi yang paling sesuai. Selain itu, diperlukan pelatihan dan penyesuaian bagi anggota untuk menggunakan media digital agar semua anggota dapat memanfaatkannya dengan efisien. Dengan melaksanakan strategi komunikasi yang tepat, kelompok remaja di Hutatinggi tidak hanya bisa mengatasi kendala komunikasi, tetapi juga memperbaiki efektivitas kerja, memperkuat hubungan antar anggota, dan mencapai tujuan kelompok dengan lebih baik.
References
Daniel Katz dan Robert L. Kahn, The Social Psychology of Organizations (New York: Wiley, 1978).
Denis McQuail, Mass Communication Theory (London: SAGE Publications, 2010)
Devito, Joseph A. The Interpersonal Communication Book. Boston: Pearson Education, 2015.
Edward T. Hall, The Silent Language, Garden City, New York: Doubleday, 1959.
Fauziyah, Komunikasi dalam Organisasi Remaja, Jakarta: Penerbit Aksara, 2019.
Gumilar Rusliwa Somantri, “MEMAHAMI METODE KUALITATIF,” Makara Human Behavior Studies in Asia 9, no. 2 (December 1, 2005): 57, https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122.
H.S. Efendi. *Komunikasi dan Pembangunan Desa. Jakarta: Penerbit Kencana, 2014.
Harold D. Lasswell, The Structure and Function of Communication in Society, New York: McGraw-Hill, 1948.
Liliweri. *Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2015.
Michael B. Goodwin, Effective Organizational Communication, Boston: Allyn & Bacon, 1996.
Nurhadi.Komunikasi Interpersonal dalam Organisasi Remaja. Jakarta: Penerbit Media Edukasi, 2020.
Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003).
Porter, Michael E. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: Free Press, 1985.
Rahman, H.* (2020). Komunikasi Digital di Era Globalisasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Schellenberg, James A. Conflict Resolution: Theory, Research, and Practice. New York: State University of New York Press, 2001.
Schramm, Wilbur. The Process and Effects of Communication. Urbana: University of Illinois Press, 1971
Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge, Organizational Behavior (Boston: Pearson, 2017).
Suryani,* (2018). Komunikasi dalam Masyarakat. Jakarta: Penerbit Media Nusantara.
Wahyudi, Komunikasi Organisasi Remaja, Yogyakarta: Penerbit Lintang, 2018.
Wibbeke, W. J. Global Business Communication. New York: Routledge, 2010.







