PENANGANAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS, (TUNA GRAHITA)

Authors

  • Graces Maranata Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Dina Rotua Sitanggang Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Stefani Hagelara Pakpahan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Emmi Silvia Herlina Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus, Tunagrahita, dan Pendidikan.

Abstract

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang dilahirkan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus yang berbeda dari manusia pada umumnya sehingga membutuhkan pelayanan khusus. Seseorang dengan memiliki hambatan kecerdasan sudah dipastikan bahwa ia adalah penyandang tunagrahita. Anak dengan tunagrahita memiliki kecenderungan kurang peduli terhadap lingkungannya, baik dalam keluarga ataupun lingkungan sekitarnya. Masyarakat pada umumnya mengenal tunagrahita sebagai retardasi mental atau terbelakang mental atau idiot. Menurut Kustawan, D. (2016) merupakan anak yang memiliki inteligensi yang signifkan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan. Ia juga mengatakan bahwa anak dengan tunagrahita mempunyai hambatan akademik yang sedemikian rupa sehingga dalam layanan pembelajarannya memerlukan modifikasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan khususnya. Selaras dengan pendapat Kustawan bahwa anak dengan tunagrahita mempunyai hambatan dalam memproses pembelajaran bagi anak pada umumnya. Meskipun anak tunagrahita memiliki hambatan tersebut, tidak menutup kesempatan untuk menerima pendidikan yang layak dan tepat baik di rumah dan khususnya di sekolah. Agar anak dengan tunagrahita memiliki masa depan yang cerah, sama seperti anak pada umumnya.

References

Anggadewi, B. E. (2014). Slow Leaner: Bagaimana Memotivasi Dalarn

Graha, C. (2007). Keberhasilan Anak di Tangan Orang Tua. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Hamzah. (2009). Teori Multiple Intelligences dan Implikasinya terhadap Pengelolaan Pembelajaran. Tadris, 4. Nomor 2, 252-261.

Mahrus, A. (2013). Mengatasi Kesulitan Belajar Melalui Klinik Pembelajaran (Studi Analisis pada Mata Pelajaran Fisika). Jurnal Bimbingan Konseling Islam, Vol. 4. No. 2, 263-294.

Nawawi, A. (2010). Peran Serta Masyarakat Dalam Implementasi Pendidikan Inklusi. FIP UPI BANDUNG, Bandung.

Sarwono, S. W. (2013). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Setiawati, R. (2009). Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan

Mulltiple Intelegensi Anak. Skripsi (hal. 1-13). Jakarta: Fakultas Psikologi.

Belajar. Jurnal Kependidikan, Vol. 27. No. 1, 10-17. Astutik, S. d. (2013). Family Therapy Dalam Menangani Pola Asuh Orang Tua Yang Salah Pada Anak Slow Leaner. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, Vol 03. No 2, 17-35.

Downloads

Published

2023-06-06

How to Cite

Graces Maranata, Dina Rotua Sitanggang, Stefani Hagelara Pakpahan, & Emmi Silvia Herlina. (2023). PENANGANAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS, (TUNA GRAHITA). Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(3). Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/333

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>