MAKNA PERUBAHAN PARADIGMA KESEHATAN MENTAL DARI ERA TRADISIONAL KE MODERN PADA MAHASISWA
Keywords:
Paradigma Kesehatan Mental, Lintas Generasi, Mahasiswa, Wawancara Daring dan Telepon, Kualitatif Deskriptif.Abstract
Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi pergeseran paradigma kesehatan mental mahasiswa lintas generasi (Baby Boomers, Gen X, Milenial, dan Gen Z) melalui teknik bauran digital (online chat dan telepon). Hasil menunjukkan adanya evolusi kontras: generasi Baby Boomers dan Gen X menganggap isu ini tabu demi ketahanan fisik dan ekonomi (survival), Milenial mulai menginisiasi de-stigmatisasi, sedangkan Gen Z mengadopsi paradigma modern secara terbuka sebagai hak mendasar. Bagi Gen Z, pergeseran ini bermakna sebagai emansipasi emosional, meski memicu tantangan baru berupa kerentanan psikologis dan kecenderungan self-diagnosis akibat paparan informasi digital. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menyediakan layanan konseling yang adaptif sekaligus mampu menjembatani kesenjangan pemahaman antar-generasi.
References
Aditiyawarman, I. (2010). Sejarah Perkembangan Gerakan Kesehatan Mental. Komunika: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(1)
Apriyani, R dkk. (2021). Force Majeure in Law. Yogyakarta: Zahir Publishing.
Berger, P. L. (1976). The Sacred Canopy. New York: Anchor Books.
Braidwood, R., & Twenge, J. M. (2020). Generational differences in mental health views: From Baby Boomers to Generation Z. Journal of Social and Clinical Psychology, 39(4), 285-301.
Budiman, A. (2022). Evolusi Persepsi Masyarakat terhadap Kesehatan Mental: Studi Komparatif Lintas Generasi. Jurnal Psikologi Sosial dan Klinis Indonesia, 14(2), 112-125.
Chang, C., & Yu, L. (2021). The digital bridge: Combining phone and text-based interviews in multi-generational qualitative research. Qualitative Research Journal, 21(3), 312-326. (Referensi untuk melegitimasi gabungan metode telepon dan chat).
Danial, E., & Wasriah, W. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara.
Hadjam, M. (2011, May). Perubahan Nilai Dan Kesehatan Mental. In Makalah Seminar.
Hamid, A., & Taslim, V. H. (2024). Perbedaan Tingkat Stres Pada Generasi X dan Generasi Z Kota Ternate. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1)
Hidayati dkk. (2026). Sosiopsikologi Bahasa Kontemporer: Dinamika Pikiran, Identitas, dan Interaksi dalam Masyarakat Multibahasa. Jombang: Pena Langit Publishing.
Jorm AF, (2000). Public Knowledge and beliefs about mental disorders. Br J psychiatr. Mental Health Literacy
Mudjiyanto, B., Yanuar, F., & Lusianawati, H. (2025). Antropomorfisme Digital dan Memudarnya Dukungan Emosional: Analisis Kehampaan Sosial Gen Z di Era Digital. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(03), 926-940.
Novianti, Anita, Hadjam, M. Noor Rochman. (2017). Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal. Jurnal Psikologi, 44 (1)
Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan mental masyarakat Indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2)
Putrikita, K. A., Asih, D. R., & Budiyani, K. (2021). Optimisme Dan Coping Stress Pada Generasi Milenial. Mempersiapkan Generasi Digital Yang Berwatak Sociopreneur: Kreatif, Inisiatif, dan Peduli di Era Society 5.0.
Rasyid, Abdul dkk. (2025). Filsafat Ilmu: Dari Hati Membangun Akal Budi, Jakarta Timur: Prenada
Rather, A. M. (2023). Mental health across generations: Shifting paradigms from Baby Boomers to Gen Z. International Journal of Social Psychiatry, 69(2)
Santoso, M. B. (2016). Kesehatan mental dalam perspektif pekerjaan sosial. Share: Social Work Journal, 6(1)
Suyanto, Bagong., & Sutinah. (2015). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Edisi Ketiga. Jakarta Timur: Kencana.
Tarmidi, L. T. (1999). Krisis moneter Indonesia: Sebab, dampak, peran IMF dan saran. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 1(4)
Wardani, S. K., & Prasetyo, A. (2021). Konstruksi Sosial Kesehatan Mental: Studi Komparatif Mahasiswa Generasi X dan Generasi Z di Indonesia. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(1)







