PENGALAMAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN SOSIAL, EKONOMI, DAN AGAMA
Keywords:
pengalaman, mahasiswa, tekanan sosial, ekonomi, agamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman mahasiswa dalam menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan agama di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa pada era modern tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga tekanan gaya hidup sosial, kondisi ekonomi, serta ekspektasi religius yang memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dan ekonomi memiliki pengaruh terhadap kondisi psikologis mahasiswa, seperti stres, kecemasan, dan konflik batin. Lingkungan sosial dan media sosial turut memengaruhi cara mahasiswa menjalankan nilai agama dan membangun identitas diri. Selain itu, agama memiliki peran penting sebagai coping mechanism dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan hidup melalui praktik religius seperti doa, dzikir, dan refleksi spiritual. Namun, ekspektasi religius dari lingkungan juga dapat menjadi sumber tekanan sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman mahasiswa dalam menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan agama merupakan fenomena multidimensional yang melibatkan aspek sosial, psikologis, ekonomi, dan spiritual secara bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih holistik melalui layanan konseling, dukungan psikososial, dan penguatan kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi
References
Ahmad, Miqdad Daly, dan Surahman. “Stres Akademik Ditinjau dari Religiusitas Muslim pada Mahasiswa di Kota Malang.” Jurnal Ilmiah Psikomuda Connectedness Vol. 3 No. 1 (2023).
Amalia, Vicky Rizki, dan Fuad Nashori. “Religiusitas, Efikasi Diri, dan Stres Akademik Mahasiswa Farmasi.” Psychosophia Journal of Psychology Religion and Humanity Vol. 3 No. 1 (2021): 36–55.
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Artanti, Ni Putu, dkk. “Stres Akademik dan Respons Psikologis pada Mahasiswa di Masa Tekanan Akademik Tinggi: Studi Kualitatif.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (2025).
Asch, S. E. (1955). Opinions and social pressure. Scientific American, 193(5), 31–35.
Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice. Cambridge University Press.
Bungin, B. (2015). Sosiologi komunikasi. Kencana.
Daradjat, Z. (1982). Peranan agama dalam kesehatan mental. Gunung Agung.
Glock, C., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Rand McNally.
Hakimah. “Self Awareness Berbasis Nilai-Nilai Religius Dalam Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa Aktivis.” TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2024).
Hakimah. “Self Awareness Berbasis Nilai-Nilai Religius Dalam Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa Aktivis.” TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2024)..
King, C. L., Gillard, D., & Wood, A. M. (2020). Social media use and adolescent mental health: A synthesis of research. Journal of Youth and Adolescence, 49(1), 11–25. https://doi.org/10.1007/s10964-019-01114-1
Lazarus, Richard S., dan Susan Folkman. Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing, 1984
Pargament, K. I. (1997). The psychology of religion and coping. Guilford Press.
Rockenbach, A. N., & Mayhew, M. J. (2014). The role of undergraduate organizations in interfaith engagement and spiritual development. Journal of College Student Development, 55(6), 545–563. https://doi.org/10.1353/csd.2014.0057
Setiadi, E. M., & Kolip, U. (2011). Pengantar sosiologi. Kencana.







