INTEGRASI PRAKTIK IBADAH DAN SPIRITUALITAS ISLAM TERHADAP STABILITAS MENTAL MAHASISWA SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Keywords:
Koping Religius, Praktik Ibadah, Spiritualitas Islam, Stabilitas Mental, Mahasiswa, Systematic Literature Review.Abstract
Mahasiswa yang berada pada fase emerging adulthood kerap menghadapi akumulasi tekanan akademik, adaptasi sosial, dan kecemasan masa depan yang mendistorsi stabilitas mental mereka. Islam menawarkan kerangka holistik melalui dimensi eksoterik (praktik ibadah ritual) dan esoterik (spiritualitas) sebagai sistem regulasi emosi dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana integrasi kedua dimensi keagamaan tersebut berkontribusi dalam menjaga stabilitas mental mahasiswa. Dengan menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) berlandaskan protokol PRISMA, pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar dan SINTA untuk artikel yang terbit dalam rentang tahun 2021-2026. Dari hasil skrining ketat, terpilih 10 artikel ilmiah yang memenuhi seluruh kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa praktik ibadah ritual (seperti shalat, dzikir, dan tilawah) berperan sebagai somatic-mindfulness yang mereduksi ketegangan fisiologis dan kecemasan akut secara instan. Di sisi lain, internalisasi spiritualitas Islam (tawakal, sabar, dan syukur) mendasari proses rekonstruksi kognitif jangka panjang yang membentuk resiliensi psikologis. Keberhasilan pemeliharaan stabilitas mental mahasiswa tercapai secara optimal ketika aktivitas ritual mekanistik diintegrasikan dengan kedalaman penghayatan spiritual, yang dalam khazanah psikologi Islam mengantarkan jiwa menuju kondisi nafs al-mutma’innah. Kesimpulan riset ini menegaskan perlunya integrasi intervensi spiritual ke dalam sistem bimbingan konseling di perguruan tinggi.
References
Ahmad, M. (2023). Hubungan regulasi emosi dan pola pikir syukur terhadap stabilitas emosi mahasiswa. Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2), 145–158. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Fajrussalam, H., Hasanah, I. A., Wardah, F., & Rahman, A. (2022). Peran agama Islam bagi kesehatan mental mahasiswa. Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam, 5(1), 34–47. https://doi.org/10.30659/jspi.v5i1
Fitriani, A. (2022). Konsep sabar dalam koping psikologis: Studi fenomenologi pada mahasiswa tingkat akhir. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 27(2), 201–216. https://doi.org/10.20885/psikologika.v27i2
Hidayat, T., Kurniawan, R., & Saputra, A. (2025). Terapi auditori dan tilawah Al-Qur'an: Analisis gelombang otak alpha pada mahasiswa cemas. Jurnal Kesehatan Jiwa Islam, 7(1), 89–102.
Lestari, S. (2021). Hubungan intensitas dan kekhusyukan shalat fardhu dengan academic burnout pada mahasiswa. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 18(2), 112–125. https://doi.org/10.18860/psi.v18i2
Pratama, Y. H., & Anargya, A. R. (2023). Kesehatan mental dalam Islam: Tinjauan koping religius pada fase emerging adulthood. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 2(3), 55–68. https://doi.org/10.55606/jurrik.v2i3
Rahmawati, A., & Siregar, S. (2024). Efektivitas pelatihan Islamic mindfulness berbasis muraqabah untuk menurunkan tingkat depresi ringan mahasiswa baru. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 14(1), 23–36.
Ramadhan, R. (2023). Integrasi ibadah ritual dan tazkiyatun nafs dalam mewujudkan ketenangan jiwa (nafs al-mutma'innah). Jurnal Studi Al-Qur'an dan Kebudayaan, 9(2), 177–190.
Utami, R. D., & Wahyudi, A. (2026). Pengaruh sikap tawakal terhadap career anxiety pada mahasiswa semester akhir. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 11(1), 12–25. https://doi.org/10.29408/jbk.v11i1
Zulkarnain, Z. (2024). Analisis koping religius positif dan negatif terhadap subjective well-being mahasiswa. Jurnal Psikologi Islam, 11(2), 88–101.







