PERSEPSI MAHASISWA UIN JAKARTA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2023-2025 TERHADAP PROBLEMATIK KESEHATAN MENTAL DI MASYARAKAT MODERN

Authors

  • Sa’adah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nasichah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Idan Nur Hakim Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Akbar Zaky Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Persepsi Mahasiswa, Kesehatan Mental, Masyarakat Modern, FDIKOM UIN Jakarta, Dakwah dan Komunikasi Islam.

Abstract

Problematika kesehatan mental di masyarakat modern semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, tekanan sosial, dominasi interaksi digital, dan tuntutan akademik yang memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, khususnya mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2023–2025 terhadap problematika kesehatan mental di masyarakat modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 43 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang positif, kritis, dan empatik terhadap isu kesehatan mental. Mayoritas responden memandang gangguan mental melalui atribusi eksternal atau situasional, seperti tekanan akademik, pengaruh media sosial, kondisi ekonomi, serta tuntutan kehidupan modern, bukan semata-mata akibat kelemahan individu atau rendahnya spiritualitas. Mahasiswa juga menyadari pentingnya dukungan sosial, layanan konseling, dan edukasi kesehatan mental di lingkungan kampus. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FDIKOM mengintegrasikan pendekatan psikologis dan spiritual dalam memahami kesehatan mental sebagai bentuk integrasi nilai-nilai Islam dan ilmu pengetahuan modern. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FDIKOM memiliki potensi menjadi agen perubahan dalam membangun narasi kesehatan mental yang lebih humanis, inklusif, dan bebas stigma di tengah masyarakat modern.

References

Aziz, M. A. (2017). Ilmu Dakwah: Edisi Revisi. Kencana.

Beck, U. (1992). Risk Society: Towards a New Modernity. SAGE Publications.

Butsi, F. I. (2019). Memahami pendekatan positivis, konstruktivis dan kritis dalam metode penelitian komunikasi. Communique: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 2(1), 53–54.

Deviany, N. F., & Syakurah, R. A. (2025). Analisis persepsi dan kebutuhan pelayanan kesehatan mental pada mahasiswa di lingkungan kampus. Nutrix Journal, 9(1), 22–37.

Dewa, F. S. (2025). Persepsi mahasiswa ilmu komunikasi mengenai isu kesehatan mental. Al Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(2), 774–784.

Giddens, A. (2001). Runaway World: Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita. Gramedia Pustaka Utama.

Hasan, A. B. P. (2020). Psikologi Perkembangan Islami. RajaGrafindo Persada.

Hasan, M. (2020). Wacana Dakwah Kontemporer: Integrasi Komunikasi dan Kesehatan Mental Masyarakat. Prenada Media.

Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations. John Wiley & Sons.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Depresi pada Anak Muda di Indonesia. Retrieved from

Repository Badan Kebijakan Kemenkes

Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for policy and practice. World Psychiatry, 15(2), 103–111. https://doi.org/10.1002/wps.20311

Memon, M. A., dkk. (2025). Purposive sampling: A review and guidelines for quantitative research. Journal of Applied Structural Equation Modeling, 9(1), 2–20.

Mubarok, A. (2015). Psikologi Dakwah: Membangun Resiliensi Mental Umat. Bina Rena Pariwara.

Nafis, M. C. (2019). Teori Dakwah Kontemporer. UI Press.

Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi: Edisi Revisi. Remaja Rosdakarya.

Sarwono, S. W. (2012). Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers.

Subu, M. A., dkk. (2021). Stigma, discrimination, and human rights violations associated with mental illness in Indonesia: A systematic review. International Journal of Mental Health Systems, 15(18), 1–14. https://doi.org/10.1186/s13033-021-00441-3

Turkle, S. (2011). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. Basic Books.

Twenge, J. M., Cooper, A. B., Joiner, T. E., Duffy, M. E., & Binau, S. G. (2019). Age, period, and cohort trends in mood disorder indicators and suicide-related outcomes in a nationally representative dataset, 2005–2017. Journal of Abnormal Psychology, 128(3), 185–199.

Twenge, J. M., Joiner, T. E., Rogers, M. L., & Martin, G. N. (2018). Increases in depressive symptoms, suicide-related outcomes, and suicide rates among U.S. adolescents after 2010 and links to increased new media screen time. Clinical Psychological Science, 6(1), 3–17. https://doi.org/10.1177/2167702617723376

Villamín, J. (2025). A worked example of qualitative descriptive design: A practical guide for researchers. Journal of Advanced Nursing, 1300–1310.

Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Andi Offset.

Wirawan, N. A. (2024). Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mencatat sebanyak 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. GoodStats.id. Retrieved from

GoodStats.id

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Sa’adah, Nasichah, Idan Nur Hakim, & Akbar Zaky. (2026). PERSEPSI MAHASISWA UIN JAKARTA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2023-2025 TERHADAP PROBLEMATIK KESEHATAN MENTAL DI MASYARAKAT MODERN. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(3), 3607–3625. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4791

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>